Makanan Tinggi Kolesterol Tidak lagi Membahayakan Kesehatan

Hampir selama hampir 40 tahun kolosterol masuk dalam nutrisi “jahat”. Badan-badan kesehatan resmi memberitahu kita untuk menghindari makanan tinggi kolesterol sejak 1970-an guna terbebas dari penyakit jantung dan penyumbatan pembuluh darah.

Tapi kini pemerintah Amerika  menyatakan sebaliknya. Mereka memberikan pernyataan bahwa makanan berkolesterol tinggi tak lagi berbahaya bagi tubuh seperti Telur, produk olahan susu kaya lemak, kacang-kacangan, minyak kelapa, dan daging.

screenshot_8

Semua makanan tersebut masuk ke dalam daftar makanan “aman” dan secara resmi dikeluarkan dari daftar makanan berbahaya.kini semakin banyak para ahli yang beradu agumentasi bahwa tidak ada kaitanya antara tingginya kandungan lemak dan darah.

Departemen pertanian Amerika serikat yang bertanggung jawab memperbaharui pedoman kewaspadaan pangan setiap 5 tahun menyatakan temuan itu pada tahun 2015 “Terlebih dahulu, Dietary Guidelines for Americans ( Pedoman kewaspadaan pangan untuk warga amerika) beranggapan bahwa konsumsi kolesterol dibatasi idak lebih dari 300ng/hari.”

DGAC 2015 tidak akan merekomendasikan hal ini lebih jauh sebab bukti terbaru menunjukan tidak ada kaitan yang cukup antara konsumsi makanan berkolesterol dengan kandungan kolesterol dalam darah, selaras dengan laporan AHA/ACC ( American heart association/America  Collegr of Cardiology). DGAC berencana tidak akan memperingatkan masyarakat untuk menghindari telur,kerang dan makanan berkolesterol lainnya.

Mengutip laman dailymail, jumat (8/7/2016), Kardialog dari Celveland clinic mengatakan, “Ini merupakan keputusan yang tepat”. Selama ini pedoman diet kita salah. Dan telah salah selama puluhan tahun.”

Dia memperkirakan sekitar 20%  kadar kolesterol dalam darah berasal dari asupan makanan Anda. Maksudnya sisanya dihasilkan oleh liver dan sebetulnya diperlukan oleh tubuh.

Dr Chris Masterjohn menambahkan, ” sebab kita tidak mungkin mendapatkan asupan kolesterol yang cukup dari makanan yang kaya akan senyawa tersebut, tubuh akan mengurangi produksinya sendiri. Apabila kita mengurangi makanan tinggi kolesterol seperti telur, butter dan lever, tubuh kita meningkatkan sintetis kolesterolnya

Para dokter kini tak perlu lagi memberi peringatan akan bahaya kolesterol dan lemak jenuh melainkan fokus pada gula sebagai ancaman pola makanyang paling berbahaya.

Kardiolog yang berada di London, Dr Aseem Malhotra, direktru sains dari grup yang mengampanyekan masalah gula, Action on Sugar, menulis dalam British Medical Journal yang satu kalimatnya berkata,”enyahlah mitos akan peran lemak tak jenuh pada makanan dan menggantinya dengan gula.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *